masukkan script iklan disini
Menyerah dan Berharap Hanya Pertolongan Dari ALLAH --- TUHAN Semesta Alam
Seseorang tidak akan sampai pada pemaknaan hakiki "Laa hawla wa laa quwwata illa billah" sebelum dia sendiri menemukan titik pasrah dari semua problematika kehidupannya. Apakah itu soal ekonomi, kesehatan, dst...
Ada seorang penumpang bernama Vishwash Kumar Ramesh menjadi satu-satunya yang selamat dari kecelakaan pesawat Air India 171 di Ahmedabad pada 12 Juni 2025 lalu.
Saya tidak tahu keberuntungan apa yang berpihak kepadanya, dia bisa selamat dari kecelakaan pesawat yang padahal tidak ada dari kesemuanya yang selamat selain dia seorang.
Tapi saya membayangkan, jika saya di posisi dia maka saya tidak akan bisa melakukan pergerakan apapun, berikhtiar apapun dan berharap apapun kecuali hanya "pasrah" --- "berserah diri" --- "tawakkal" kepada Allah Dzat yang Maha Menghidupkan yang juga sekaligus yang Maha Mematikan.
Tidak ada lagi akal-akalan, strategi, siasat apapun yang harus dibuat (dalam posisi itu) untuk menyelamatkan diri dari kejatuhan pesawat yang sudah di depan mata. Hanya nama Allah yang Maha Suci, Maha Besar, Maha Kuat lagi Maha Perkasa yang bisa dihembuskan dan diucapkan berulang-ulang kali.
Saya belajar banyak dari orang-orang yang hancur bisnisnya, hancur karir politiknya, hancur kesehatannya dan mereka semua mendapati "titik pasrah" dan sadar bahwa semuanya tinggal menantikan pertolongan dari Allah semata, menjadi tersadarkan bahwa dirinya lemah, tiada memiliki daya dan upaya kecuali diberi oleh Allah pertolongan.
#JalanCintaMMS









