masukkan script iklan disini
𝗠𝗮𝘀𝘆𝗮𝗿𝗮𝗸𝗮𝘁 𝗔𝗱𝗮𝘁 𝗧𝗮𝗻𝗼 𝗕𝗮𝘁𝗮𝗸 𝗗𝗲𝘀𝗮𝗸 𝗗𝗣𝗥 𝗥𝗜 𝗧𝘂𝘁𝘂𝗽 𝗣𝗧 𝗧𝗣𝗟.
Perwakilan Masyarakat Adat Tano Batak bersama JPIC Kapusin Medan, KSPPM, dan AMAN Tano Batak menggelar audiensi dengan Komisi XIII DPR RI di Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, mereka mendesak penghentian operasional PT Toba Pulp Lestari (TPL) yang telah merusak wilayah adat dan menindas Masyarakat Adat.
Dalam pertemuan itu, mereka menuturkan penderitaan yang telah berlangsung selama puluhan tahun akibat dari kehadiran PT. TPL di Tano Batak. Mereka menyoroti kerusakan hutan adat, perampasan tanah, hilangnya sumber air, kekerasan, serta intimidasi dan kriminalisasi yang dialami warga yang menolak kehadiran perusahaan bubur kertas tersebut.
Masyarakat Adat dan pengurus organisasi meminta DPR RI untuk segera mengambil sikap tegas dengan mendesak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencabut izin operasional PT TPL. Mereka juga menekankan pentingnya pengakuan dan perlindungan terhadap Masyarakat Adat beserta wilayah adatnya di Tano Batak.
Tuntutan ini kembali menegaskan bahwa persoalan agraria dan lingkungan di Tano Batak belum terselesaikan. Bagi masyarakat, penghentian operasi TPL bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga soal kedaulatan rakyat atas ruang hidupnya.
#TutupTPL









