| Foto : Biro Adminpers Satkoryon GP Ansor Singosari M. Wahyudi |
MALANG [Singosari] – Ahad, 12 Oktober 2025, Satuan Koordinasi Rayon Banser Kecamatan Singosari menggelar kegiatan Rijalul Banser (RB) dengan mengusung tema "Taat dan Takdim kepada Khittah Nahdlatul Ulama 1926". Kegiatan ini berlangsung di Pimpinan Ranting GP Ansor Desa Randuagung dan dihadiri oleh 35 kader dari perwakilan semua ranting di wilayah Singosari.
Acara yang berlangsung dengan pembacaan surat Al-Fatihah agar, kegiatan berjalan lancar dan penuh berkah. Selanjutnya dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mars Ansor. Semangat Banser yang membangkitkan jiwa nasionalisme dan antusias para peserta dalam berorganisasi. " Ucap, Haji Sodiq selaku moderator.
Dalam sambutannya, Ketua PAC GP Ansor Singosari, Moh Afifuddin, SS, M.Pd, menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai upaya memperkuat ideologi kader Banser. "Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat wawasan kebangsaan dan spirit kebangsaan kader Banser, serta meningkatkan komitmen mereka terhadap Khittah NU 1926," ujarnya.
Gus Fathullah Udin, salah satu pemateri dalam kegiatan ini, menyampaikan materi Nawaprasetya, yaitu 9 sumpah setia Banser ke-4. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya memahami kembali sejarah dan tujuan berdirinya NU sebagai pedoman dalam beragama dan bermasyarakat.
Sementara itu, Gus Muh Irfan menekankan pentingnya keseimbangan antara wawasan keagamaan dan kemampuan organisasi. "Kader Ansor dan Banser harus menjadi generasi yang kuat dalam ilmu agama sekaligus piawai dalam mengelola organisasi," pesannya.
Kegiatan ini juga diisi dengan sosialisasi hasil Musyawarah Kerja Anak Cabang (Muskerancab) GP Ansor Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Wakil Ketua Bidang Kaderisasi, Sahabat Fikri, menjelaskan arah gerak organisasi dalam empat tahun ke depan, yaitu pondasi kaderisasi dan pendataan kader, pelaksanaan program kaderisasi, penguatan dan ekspansi, serta evaluasi dan regenerasi kader.
Acara ditutup dengan doa penutup yang dipimpin oleh Gus Hidayat Murtadho (Gus Dayat). "Kader Ansor harus menjadi penjaga kedamaian, tidak mudah tersulut emosi, dan selalu meneladani perjuangan para ulama dalam menjaga keutuhan NU dan Indonesia," ujarnya.
Dengan kegiatan ini, diharapkan kader Ansor dan Banser di Kecamatan Singosari dapat menjadi generasi yang kuat dan berintegritas, serta mampu menjaga keutuhan NU dan Indonesia.









