masukkan script iklan disini
Penulis : Muhammad Mas'ud Silalahi
Pengasuh Rumah Qur'an Mas'ud Silalahi
Kata-kata adalah senjata --- kata kata adalah kekuatan. Dia dapat menjadi pembunuh yang sangat kejam yang juga sekaligus dapat menghidupi semangat perjuangan.
Dunia ini tidak di bangun dengan proses panjang, Dia hanya berkata : "jadi, maka terjadilah" dan dunia inipun menjadi ada.
Kata-kata adalah doa dan doa adalah senjatanya kaum beriman --- umat Islam.
Oleh karena pemahaman itu para pembesar dunia dapat menaklukan wilayah yang ingin dikuasainya, termasuk Bung Karno yang memerdekakan Bangsa Indonesia ini hanya dengan kata-kata.
Suaranya yang khas dalam pidato dan rapat-rapat penting dapat menundukkan hati para Raja, para konglomerat dan rakyat jelata.
Bung Karno memahami itu dengan baik, karena para Nabi dan orang-orang soleh di berikan anugerah besar itu oleh Tuhan lewat juru bicara Jibril penyampai pesan --- kabar dari Tuhan.
Kata-kata itu di berikan Tuhan lewat perantara Malaikat Jibril kepada para Nabi untuk di fahami dengan baik oleh seluruh manusia.
Nabi Muhammad mendapatkan kata-kata pertama itu dengan sempurna. Allah berfirman : "bacalah, dengan menyebut nama Tuhan-mu yang menjadikan..."
Sehingga dengan kata itu, Nabi memahami dengan sangat baik dan sangat sempurna bahwa disitu ada kekuatan besar.
Semua kata yang hadir sebentuk pencerahan, cahaya yang dapat menerangi jagat kehidupan manusia karena adanya ilmu pengetahuan yang baik untuk mengajarkan manusia pada jalan kebaikan.
"Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya..."
Para sufi, mereka gemar berkata-kata. Di hati mereka senantiasa di hiasi dengan perkataan yang baik. Mereka gemar berkata-kata tentang kebaikan Tuhan dan para Nabi serta orang soleh di hati, di fikiran, di lisan dan di tulisannya.









