masukkan script iklan disini
GARUDA NUSANTARA | BINJAI — Koordinator Gerakan Persatuan Keadilan Mahasiswa (GPKM) Binjai–Langkat, Kurniawan, membantah keras opini yang berkembang di tengah masyarakat terkait dugaan praktik suap dalam penerimaan honorer di lingkungan Dinas Perhubungan Kota Binjai yang menyeret nama Sekretaris Daerah Kota Binjai, Chairin Simanjuntak.
Menurut Kurniawan, isu yang beredar di ruang publik, termasuk yang mencuat dalam aksi unjuk rasa di depan Kejaksaan Negeri Binjai, tidak memiliki dasar yang jelas serta berpotensi menggiring opini yang tidak objektif.
“Kami menilai tuduhan yang menyeret nama Sekda Kota Binjai sangat tidak mendasar. Sebagai kaum intelektual dan mahasiswa, sudah seharusnya kita mengedepankan fakta dan data, bukan sekadar asumsi atau opini,” tegasnya.
Ia juga menyoroti dinamika aksi demonstrasi yang mengangkat dugaan suap di lingkungan Dinas Perhubungan, namun dinilai telah melebar dengan membawa-bawa nama Sekda tanpa bukti yang kuat.
“Kami tetap mengapresiasi langkah teman-teman mahasiswa yang turun ke jalan dalam rangka membela kepentingan masyarakat atau pihak yang merasa dirugikan. Namun, sikap objektif tetap harus dijaga agar tidak menimbulkan fitnah atau merugikan pihak lain,” lanjutnya.
Kurniawan menegaskan, dalam menanggapi setiap isu publik, mahasiswa sebagai agen perubahan harus mampu menjaga integritas berpikir serta tidak terjebak dalam arus informasi yang belum terverifikasi.
Lebih lanjut, pihaknya menilai bahwa Sekda Kota Binjai merupakan sosok birokrat yang selama ini dikenal memiliki integritas dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
“Sejauh ini, kami melihat Sekda Kota Binjai adalah figur yang berintegritas dalam dunia birokrasi. Oleh karena itu, kami mengajak semua pihak untuk tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terbukti kebenarannya,” pungkasnya.
(Redaksi)








