• Jelajahi

    Copyright © GARUDA NUSANTARA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Mobil

    31 Peserta Raih Sertifikasi Certified Risk Officer (CRO) pada Pelatihan dan Uji Kompetensi Manajemen Risiko di Batam

    MMS
    Senin, 06 Juli 2026, Juli 06, 2026 WIB Last Updated 2026-07-07T06:47:10Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini
    GARUDANUSANTARA, Batam – Sebanyak 31 peserta berhasil dinyatakan Kompeten dalam Pelatihan dan Sertifikasi Uji Kompetensi Pelaksanaan Manajemen Risiko (Certified Risk Officer/CRO) yang diselenggarakan secara hybrid melalui kolaborasi TUK KAMI Kompeten Indonesia bersama LSP Pasar Modal (LSP-PM) dan didukung oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

    Kegiatan ini merupakan inisiatif Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) dan Organisasi dan Tata laksana (Ortala)  UIN Sumatera Utara, yang melibatkan berbagai unit lainnya, Peserta FSH (Fakultas Syariah dan Hukum), FIS (Fakultas Ilmu Sosial), FEBI (Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam) Perpustakaan, dan Pascasarjana. Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang manajemen risiko agar mampu menghadapi tantangan tata kelola organisasi yang semakin kompleks.

    Pelaksanaan kegiatan berlangsung secara bertahap. Sebelum pelaksanaan inti, seluruh peserta telah mengikuti pembelajaran intensif secara daring pada 30 Juni hingga 1 Juli 2026 melalui Zoom Meeting, Puncak kegiatan dilaksanakan secara luring pada 2 Juli 2026 di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, yang sekaligus menjadi agenda pelaksanaan uji kompetensi.

    Acara dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. Hasan Sazali, M.Ag, selaku Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sumatera Utara. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kemampuan mengelola risiko merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki oleh perguruan tinggi dan para tenaga profesional dalam menghadapi dinamika perubahan serta tuntutan tata kelola yang semakin akuntabel.

    Selama pelatihan, peserta memperoleh materi dari para narasumber yang berpengalaman di bidangnya. Bapak lda Wyn Putra Ekantara, SSTP., M.H., CIAP., CGRA, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram, menyampaikan materi bertajuk "Manajemen Risiko di Perguruan Tinggi: Mengubah Kepatuhan Menjadi Budaya Strategis." Dalam paparannya, ia menekankan bahwa penerapan manajemen risiko tidak cukup hanya untuk memenuhi kewajiban administratif, tetapi harus menjadi budaya organisasi yang mendukung peningkatan kinerja, pengambilan keputusan, dan keberlanjutan institusi.

    Materi berikutnya disampaikan oleh Putri Ayu Erikusuma Wardhani., STP, CRP, RTA dari Malang yang mengulas secara komprehensif mengenai implementasi Risk Management, mulai dari proses identifikasi risiko, analisis, evaluasi, pengendalian, hingga strategi mitigasi yang sesuai dengan standar kompetensi nasional.

    Selain pelatihan, kegiatan ini juga diisi dengan uji kompetensi secara langsung oleh para asesor profesional dari BNSP dan LSP Pasar Modal. Uji kompetensi dilaksanakan oleh asesor Hendi Tarihoran dan Ida Bagus Sutrista Adi, yang melakukan asesmen terhadap kemampuan peserta berdasarkan unit-unit kompetensi pada skema Pelaksanaan Manajemen Risiko.

    Keseluruhan rangkaian kegiatan dikoordinasikan oleh Kompeten Akademi Muda Indonesia (KAMI) di bawah kepemimpinan Ivan Suaidi, S.Sos., M.M., yang berkomitmen menghadirkan program pelatihan dan sertifikasi berbasis kompetensi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

    Hasil pelaksanaan asesmen menunjukkan capaian yang sangat membanggakan. Seluruh 31 peserta dinyatakan "KOMPETEN" dan berhak memperoleh Sertifikat Kompetensi BNSP serta menyandang gelar nonakademik Certified Risk Officer (CRO) sebagai pengakuan atas kompetensi mereka dalam bidang pelaksanaan manajemen risiko.

    Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara perguruan tinggi, lembaga pelatihan, lembaga sertifikasi profesi, dan BNSP mampu menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten, profesional, dan siap mengimplementasikan manajemen risiko di lingkungan kerja masing-masing. Diharapkan para lulusan program ini dapat menjadi agen perubahan dalam membangun budaya manajemen risiko yang efektif, akuntabel, dan berkelanjutan di institusi maupun organisasi tempat mereka berkarya. (Red)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini