masukkan script iklan disini
GARUDANUSANTARA | PONTIANAK - Pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Pengurus Besar Asosiasi Bola Tangan Indonesia (PB ABTI) Tahun 2026 yang digelar di Hotel Mahkota, Pontianak, Kalimantan Barat, berlangsung tertib, demokratis, dan penuh semangat kebersamaan. Salah satu sosok yang mendapat apresiasi atas suksesnya jalannya forum tertinggi organisasi tersebut adalah H. Hendra Cipta, S.E., M.M Ketua Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) Sumatera Utara, yang dipercaya memimpin sidang kongres.
Sejak awal hingga berakhirnya seluruh agenda persidangan, Hendra Cipta menunjukkan kepemimpinan yang tenang, tegas, dan profesional. Dengan pengalaman organisasi yang dimilikinya, ia mampu mengarahkan setiap tahapan sidang secara sistematis, memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh peserta untuk menyampaikan pandangan, serta memastikan setiap keputusan diambil berdasarkan mekanisme organisasi yang berlaku.
Di bawah kepemimpinan Hendra Cipta sebagai pimpinan sidang, dinamika forum berlangsung dalam suasana yang kondusif, penuh rasa saling menghormati, dan mengedepankan semangat musyawarah. Berbagai agenda strategis, mulai dari penyampaian laporan pertanggungjawaban hingga proses pemilihan Ketua Umum PB ABTI periode 2026–2030, dapat diselesaikan dengan lancar tanpa hambatan berarti.
Sikap netral, kemampuan mengendalikan jalannya forum, serta kecakapannya menjaga komunikasi antar peserta menjadi faktor penting yang menciptakan suasana Munas tetap harmonis. Kehadiran Hendra Cipta sebagai pimpinan sidang dinilai mampu menjaga marwah organisasi sekaligus memastikan seluruh proses berjalan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PB ABTI.
Puncak Munas menghasilkan keputusan bulat dengan kembali terpilihnya Zulfydar Zaidar Mochtar, S.E., M.M. sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Asosiasi Bola Tangan Indonesia (PB ABTI) periode 2026–2030. Keputusan tersebut mendapat dukungan mayoritas Pengurus Provinsi (Pengprov) ABTI dari seluruh Indonesia.
Munas PB ABTI juga dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Pelaksana Tugas Asisten Deputi Sentra Pembinaan Olahragawan Muda Kementerian Pemuda dan Olahraga RI Usman Ali Mustofa, S.Or., M.Pd., Ketua Bidang Pembinaan Hukum KONI Pusat Dr. Widodo Sigit Pudjianto, S.H., M., Komite Eksekutif Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Harry Warganegara, Tim Review Kemenpora Prof. Yuyun Yudiana, M.Pd., Dr. Del Asri, S.Si., M.Pd., serta Kepala Bidang Olahraga dan Pariwisata Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Eko Akbar.
Usai kembali dipercaya memimpin organisasi, Zulfydar Zaidar Mochtar menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh seluruh Pengprov ABTI.
"Kami bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh Pengprov yang kembali memberikan kepercayaan kepada kami untuk memimpin PB ABTI periode 2026–2030. Amanah ini akan kami jawab dengan kerja nyata demi meningkatkan prestasi bola tangan Indonesia," ujarnya.
Ia menegaskan, kepengurusan baru akan langsung bergerak mempersiapkan berbagai agenda nasional, termasuk Kejuaraan Nasional Junior di Surabaya pada November 2026, Kejuaraan Nasional Senior di Medan Provinsi Sumatera Utara pada Oktober 2026, serta mendukung pelaksanaan PON Olahraga Pantai yang direncanakan berlangsung di Jakarta.
Selain agenda nasional, PB ABTI juga akan memfokuskan pembinaan atlet menuju berbagai kejuaraan internasional. Menurut Zulfydar, prestasi atlet bola tangan Indonesia yang telah mampu bersaing di tingkat ASEAN dan SEA Games harus terus ditingkatkan agar mampu menembus level Asia hingga dunia.
Ia pun mengajak seluruh Pengprov ABTI untuk terus memperkuat pembinaan atlet di daerah sehingga lahir bibit-bibit unggul yang mampu memperkuat tim nasional dan mengharumkan nama Indonesia di berbagai kejuaraan internasional.
Sementara itu, Ketua Panitia Munas PB ABTI, Cazanova, mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan Munas. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh Pengprov yang hadir karena telah berpartisipasi aktif memberikan berbagai masukan demi kemajuan organisasi dan peningkatan prestasi olahraga bola tangan di Indonesia.
Dalam Munas tersebut, sebanyak 20 dari 24 Pengprov ABTI memberikan dukungan kepada Zulfydar Zaidar Mochtar untuk kembali memimpin PB ABTI periode 2026–2030. Dukungan tersebut berasal dari Pengprov Sumatera Utara, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Bali, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Jambi, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Riau, Bengkulu, Sulawesi Tengah, dan daerah lainnya.
Keberhasilan penyelenggaraan Munas PB ABTI 2026 tidak hanya menghasilkan kepemimpinan baru yang mendapat dukungan kuat dari mayoritas daerah, tetapi juga menjadi bukti bahwa organisasi bola tangan Indonesia semakin matang dalam menjalankan proses demokrasi internal. Kondusifnya jalannya sidang di bawah kepemimpinan Hendra Cipta menjadi salah satu faktor penting yang turut menentukan suksesnya forum nasional tersebut, sekaligus mencerminkan komitmen seluruh insan bola tangan untuk terus menjaga persatuan dan membawa prestasi olahraga bola tangan Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi.
(Redaksi)







