• Jelajahi

    Copyright © GARUDA NUSANTARA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Mobil

    Iklan

    Algoritma Kehidupan : "Membangun Kebiasaan Baik Untuk Beribadah Kepada Allah"

    REDAKSI
    Jumat, 22 Agustus 2025, Agustus 22, 2025 WIB Last Updated 2025-08-22T17:39:51Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    Setiap orang memiliki aktifitas, kebiasaan, rutinitas keseharian yang berbeda-beda. Dan itu terus diulang-ulangnya apakah sejak kecil, remaja atau memasuki masa usia dewasa.

    Dengan pola yang sering dijalankannya itu dia akan terbentuk menjadi sebuah kepribadian yang memiliki karakter khusus. Apakah itu sebagai seorang ilmuan, politisi, pebisnis, sejarawan ataupun sastrawan. 

    Saya pernah munulis tentang "Manusia Akan Dipertemukan & Dikumpulkan Pada Habitatnya" yakni sebuah aktifitas kebiasaan, tradisi dan pola yang sama terus menerus diulang-ulang akan menghantarkan kita pada perjumpaan pada frekuensi yang sama, cara berfikir yang sama dan orang-orang yang sama capaian tujuannya.

    Oleh sebab itu, penting bagi kita untuk merumuskan kehidupan ini dimulai dari cara berfikir "Apa Tujuan Kehidupan Kita Ini (?)"
    Jika kita memikirkan hal yang sama bahwa tujuan kehidupan ini adalah untuk ber-Ibadah kepada Allah maka sudah tentu kita akan dipertemukan dengan orang-orang soleh, para ulama dan ahli makrifat yang setiap aktifitas kehidupannya menjadi ibadah kepada Allah. 

    Dari sana nanti kita akan mendapatkan pengetahuan dan pemahaman yang lebih medalam tentang ilmu, trik, pola, cara agar semua aktifitas kehidupan ini menjadi sebuah peribadahan kepada Allah yang memiliki otoritas kekuatan langit dan bumi.

    Dengan demikian kita akan tertuntun, terbimbing dan terarahkan untuk memasuki wilayah Ilahiyah (ke-Tuhan-an) dan wilayah Anbiya' (ke-Nabi-an). Ketika kita telah memasuki wilayah itu, maka secara otomatis pula kita akan memasuki "Telaga" --- "Wadah" --- "Organisasi" --- "Perkumpulan" yang terhubung kepada para Nabi dan para Rasul yang memiliki hubungan erat, baik dan dekat dengan Allah. 

    Jika sudah masuk dalam golongan itu, perkumpulan itu kita tentu akan lebih dekat lagi dan akan dipertemukan diwaktu yang tepat. Dan itu sudah menjadi sebuah kepastian dalm ilmu algoritma yang di gagas oleh Al - Khawarismi (Ilmuan Islam) yang terkenal dengan "Bapak Al - Jabar".

    Maka tidak berlebihan tentunya apabila ada istilah yang menyebutkan siapa yang dekat dengan penjual parfum dia akan terpercik wanginya dan siapa yang dekat dengan ahli besi dia akan juga terpercik baunya.


    Inilah yang sering dibangun oleh para elit politik dan pebisnis di berbagai belahan dunia, mereka hanya mau berhubungan, interaksi, komunikasi, berteman (komunitas) konektifitas jaringan yang sefrekuensi mereka yakni sama-sama politisi kelas atas dan pebisnis kelas atas dan lingkaran pertemanan itu sering disebut "Geng Oligarki". Bahkan sampai anak-anaknya sudah sejak kecil didekatkan dengan lingkungan, lingkaran perkawanan yang sefrekuensi dengan politik dan bisnis mereka. Tidak boleh dekat dan berteman baik dengan kelompok diluar dari kelompok mereka agar anak-anaknya tidak tergerus dan masuk pada frekuensi cara berfikirnya orang diluar dari cara berfikirnya mereka.

    Dalam pendidikan Islam dan algoritma kehidupan memang kita diajarkan, didik agar tidak sering dekat, bergaul, akrab dan masuk dalam sepermainan dengan para pecandu narkoba, pecandu narkotika dan pemabuk minuman keras dst. Karena itu dapat membangun cara berfikir, kebiasaan dan tindakan yang menggerus pikiran serta perbuatan kita untuk melakukan tindakan yang sama kecuali dalam konteks dakwah dan muamalah. 

    Dengan begitu ketika kita sudah membangun kebiasaan-kebiasaan yang baik, positif dan hanya semata-mata untuk beribadah kepada Allah karena menyadari bahwa diri ini hanyalah hamba yang diutus kemuka bumi untuk menjadi "Khalifah" --- "Pemimpin" bagi alam semesta dan hanya semata-mata untuk "ber-Tasbih" --- "ber-Ibadah" kepada Allah maka kita akan mendapatkan pertolongan, syafaat dari Rasulullah Muhammad s.a.w dan al-Qur'an di alam kubur bahkan hingga sampai akhirat kelak. Insyaallah

    Karena kebiasaan-kebiasaan kita dimuka bumi yang mengulang-ulang sholat dan ibadah (aktifitas) lainnya akan menjadi kebiasaan kita nantinya di alam kubur dan akhirat kelak secara  terstruktur serta sistematis pergerakannya. 

    Penulis : Muhammad Mas'ud Silalahi
    (Pengasuh Rumah Qur'an)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini